FAQ: Ekspor Indonesia Yang Paling Besar Nilainya Adalah?

Indonesia paling banyak mengekspor apa?

1. Udang. Sebagai negara maritim, tidak heran kalau udang jadi komoditas ekspor utama Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor udang dan perikanan sepanjang 2020 lalu mencapai US$ 3,51 miliar.

Indonesia pengekspor apa?

Sepuluh komoditas ekspor utama Indonesia adalah Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), produk hasil hutan, elektronik, karet dan produk karet, sawit dan produk sawit, otomotif, alas kaki, udang, kakao dan kopi.

Sumber daya alam apa saja yang menjadi komoditi ekspor?

7 Komoditi Ekspor Andalan Indonesia

  • Kelapa Sawit. Indonesia saat ini mendominasi pasar minyak sawit di dunia dengan produksi mencapai 31 juta ton per tahun.
  • Beras. Dari 744 juta ton beras yang diproduksi dunia, hampir 10% diantaranya berasal dari Indonesia.
  • Batu Bara.
  • Kakao.
  • Energi Geothermal.
  • Biji Kopi.
  • Karet Alam.

Barang apa saja yang diekspor dan diimpor Indonesia?

Sebutkan barang – barang yang diekspor dan diimpor oleh negara Indonesia

  • Lemak beserta minyak hewan nabati.
  • Mesin dan peralatan listrik.
  • Perhiasan atau permata.
  • ALAS KAKI.
  • Kayu dan barang – barang lainnya yang terbuat dari kayu.
  • PAKAIAN JADI.
  • Kendaraan bermotor berserta spare part nya.
You might be interested:  Siapa Perdana Menteri Indonesia?

Produk ekspor apa yang menjadi andalan Indonesia dalam perdagangan internasional?

Dari sekian banyak produk yang diproduksi dan menjadi andalan komoditas ekspor Indonesia, empat diantaranya bertengger di posisi teratas produk pertanian yang sangat diminati pasar internasional. Keempat produk pertanian itu diantaranya karet, sawit, kakao dan kopi.

Indonesia mengekspor apa ke Thailand?

Untuk jenis buah dan sayur, berdasarkan data yang tercatat pada Trade Map, Indonesia mengekspor beberapa komoditi dibawah ini pada tahun 2018, yaitu: Kelapa, kacang Brazil dan kacang mete, segar atau kering, dikupas atau tidak dikupas. Kurma, ara, nanas, alpukat, jambu biji, mangga, manggis, segar atau kering.

Ekspor apa saja?

Barang-barang ini dapat berupa bahan mentah maupun barang yang sudah jadi dan bermerk. Berikut ini adalah 10 komoditas ekspor Indonesia ke luar negeri.

  1. Textile.
  2. 2. Rempah-rempah.
  3. Kayu.
  4. Ikan Dan Produk Olahan Ikan.
  5. Kopi.
  6. 6. Minyak Kelapa Sawit.
  7. 7. Kakao.
  8. Kulit.

Apa sajakah barang yg diekspor Filipina ke Indonesia?

Jawaban terverifikasi ahli Batu bara, pupuk, semen, rotan, minyak bumi, aluminium, dan timah.

Apa saja komoditas ekspor Indonesia brainly?

Komoditas Ekspor Indonesia Beserta Negara Tujuannya:

  1. Kelapa Sawit dan produk kelapa sawit. Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
  2. Udang. Indonesia telah menjadi salah satu negara eksportir udang terbesar di Asia Tenggara.
  3. Otomotif.
  4. Kakao.
  5. Karet dan produk turunannya.
  6. Kopi.
  7. Ikan dan Produk Perikanan.

Apa jenis jenis komoditi utama ekspor Indonesia?

Produk Unggulan Indonesia

  • Udang. Negara tujuan ekspor:
  • Kopi. Negara tujuan ekspor:
  • Minyak Kelapa Sawit. Negara tujuan ekspor:
  • Kakao. Negara tujuan ekspor:
  • Karet dan Produk Karet. Negara tujuan ekspor:
  • TPT. Negara tujuan ekspor:
  • Alas Kaki. Negara tujuan ekspor:
  • Elektronika. Negara tujuan ekspor:
You might be interested:  Question: Apa Makna Bendera Merah Putih Bagi Bangsa Indonesia?

Apakah rotan termasuk komoditi utama Indonesia?

Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia.

Apa saja yang di impor ke Indonesia?

Berikut 10 barang yang masih diimpor Indonesia:

  • Mesin dan peralatan mekanis (15,20 persen)
  • Mesin dan perlengkapan elektrik (14,61 persen)
  • Plastik dan barang dari plastik (6,06 persen)
  • Kendaraan dan bagiannya (4,19 persen)
  • Ampas/sisa industri (1,79 persen)
  • Perangkat optik, fotografi, sinematografi, medis (1,53 persen)

Barang apa saja yang diimpor dari luar negeri ke Indonesia?

Impor Indonesia

  • Mesin-mesin/pesawat mekanik (18,02 persen)
  • Mesin/peralatan listrik (13,06 persen)
  • Besi dan baja (7,00 persen)
  • Plastik dan barang dari plastik (5,96 persen)
  • Kendaraan dan bagiannya (4,89 persen)
  • Bahan kimia organik (3,98 persen)
  • Benda-benda dari besi dan baja (2,41 persen)
  • Serealia (2,25 persen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *